Februari 19, 2026

13 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Sriwijaya FC?

13 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Sriwijaya FC?
13 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Sriwijaya FC? foto : sfcterkini /sfc

SFCTERKINI.COM Performa Sriwijaya FC sepanjang kompetisi musim 2025 menjadi sorotan tajam publik sepak bola Sumatera Selatan.

Klub berjuluk Laskar Wong Kito itu gagal menunjukkan konsistensi, baik saat bermain di kandang sendiri Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring maupun ketika menjalani laga tandang.

Dari total 13 pertandingan yang telah dijalani sejak September hingga akhir Desember 2025, Sriwijaya FC tidak sekalipun meraih kemenangan.

Hasil yang didapat hanya dua kali imbang dan 11 kali menelan kekalahan, sebuah catatan yang mencerminkan krisis performa serius.

Rentetan hasil negatif dimulai pada laga pembuka, 14 September 2025, ketika Sriwijaya FC tumbang 0-2 dari Garudayaksa FC di hadapan pendukung sendiri.

Harapan bangkit sempat muncul saat menahan imbang Persikad 3-3 di Pakansari, namun hasil tersebut tak mampu menjadi titik balik.

Masalah terbesar Sriwijaya FC justru terlihat jelas saat bermain di kandang. Jakabaring yang dulu dikenal angker kini kehilangan wibawa.

Kekalahan demi kekalahan harus diterima, termasuk dari Persiraja Banda Aceh (2-3), Persekab Tegal (0-1), FC Bekasi City (1-3), Adhyaksa FC Banten (0-1), hingga Persikad (0-3).

Di laga tandang, kondisi tak jauh berbeda. Sriwijaya FC dibekuk PSMS Medan 1-3, kalah tipis 0-1 dari PSPS Pekanbaru, serta menelan kekalahan telak 7-2 dari Garudayaksa FC dan 5-0 dari Persiraja Banda Aceh, yang menjadi kekalahan terbesar musim ini.

Dari sisi statistik, Sriwijaya FC hanya mampu mencetak 11 gol, namun kebobolan hingga 36 gol, menunjukkan rapuhnya lini pertahanan dan minimnya efektivitas lini serang. Dua hasil imbang didapat saat menghadapi Persikad (3-3) dan Sumsel United (1-1).

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter. Evaluasi menyeluruh dinilai mutlak diperlukan, mulai dari komposisi pemain, strategi pelatih, hingga manajemen tim secara keseluruhan.

Jika tidak segera dibenahi, Sriwijaya FC terancam semakin terpuruk dan kehilangan daya saing di kompetisi.

Bagi klub sebesar Sriwijaya FC yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter fanatik, musim 2025 menjadi alarm keras bahwa perubahan nyata harus segera dilakukan demi menyelamatkan masa depan Laskar Wong Kito. (SFC)

Berita Terkait